
Sementara tujuh pesawat tipe yang sama juga diberangkatkan untuk menyerang Pulau Seram. Tujuh pilot yang mendapat tugas ini adalah Mayor Harry M Odren, Kapten Stephen O Benner, Letnan Satu (Lettu) Kenneth J Grapeau, Lettu George E Taylor, Lettu Jack T Brown, Lettu Donald L Murrie, dan Lettu Robert M Powell.
Setelah menyerang Ambon dengan menjatuhkan bom, delapan pesawat skuadron pertama, pimpinan Mayor Ed Roddy terbang menuju pangkalan di Pulau Middleburg, Virginia, Amerika Serikat, dengan bahan bakar yang makin menipis.
Sementara tujuh pesawat pimpinan Odren mengambil keputusan untuk kembali ke Noemfoor. Saat itu dilaporkan kondisi cuaca dalam keadaan baik sehingga mereka terbang dengan ketinggian 12.000 kaki.
Tapi tiba-tiba cuaca berubah menjadi gelap. Odren pun memerintahkan agar seluruh pesawat terbang bersama-sama. Sementara bahan bakar sudah habis dan tidak memungkinkan untuk mencapai Biak.
Saat tiba di kawasan Selat Dampier di Kepulauan Raja Ampat, Ordren menemukan tempat pendaratan darurat di sebuah pulau di antara Pulau Batanta dan Selatan Pulau Waigeo. Ketujuh pesawat lalu melakukan pendaratan di atas permukaan laut satu per satu.
Sebelumnya, pesawat yang dikemudikan Lettu Donald Murrie sempat memberitahukan tempat pendaratan itu melalui radio dengan terbang lebih tinggi.
Pesan itu diterima stasiun komunikasi di Sansapor. Saat itu waktu menunjukkan pukul 20.45. Keesokan harinya, dibentuk tim penyelamatan terhadap tujuh perwira Angkatan Udara Amerika Serikat tersebut.
Pukul 04.30, empat pesawat, dengan misi bernomor 390 melakukan pencarian terhadap ketujuh pilot tersebut, tapi tidak menemukan hasil. Lalu delapan pesawat dengan misi bernomor 391 terbang melakukan pencarian terhadap para korban, pada pukul 08.30. Setelah menyisir area tersebut, mereka menemukan tiga pilot mengapung di sebelah barat laut Pulau Batanta.
Dua pilot mengapung dengan rompi pelampungnya. Sementara satu lagi berpegangan bongkahan kayu. Tim pencari segera memanggil pesawat Catalina, yang bisa mendarat di air, untuk melakukan penyelamatan.